Kamis, 13 November 2014

Ciri Ciri Orang Pengidap HIV atau Terkena Aids

698 Views

hiv aids Ciri Ciri Orang Pengidap HIV atau Terkena Aids
Ciri Ciri Orang Pengidap HIV atau Terkena AidsTanda orang yang tertular atau terjangkiti Virus HIV dan AIDS bisa dikenali dengan sangat mudah. Virus HIV AIDS sendiri merupakan salah satu virus yang sangat mematikan karena menyerang sistem imun penderitanya.
HIV AIDS merupakan salah satu penyakit yang biasanya diderita oleh mereka yang sering gonta ganti pasangan atau pecandu narkotika. Ciri ciri orang yang terkena HIV Aids bisa dikenali dengan mudah dari fisik mereka ataupun dari perilaku mereka.


1. Acute Retroviral Syndrome (ARS)
Gejala yang muncul ini mirip dengan gejala flu. Orang biasanya hanya akan menganggap ini sebagai gejala flu biasa padahal pada tahap ini virus telah menyebar dan mulai mereplikasi keseluruh tubuh. Ini adalah gejala bahwa sistem kekebalan tubuh mulai diserang.
2. Kelelahan
Kelelahan seperti anemia atau kekurangan darah disertai dengan lesu dan lemah merupakan awal dari gejala HIV. Jika kamu tidak melakukan pekerjaan yang berat namun merasa lelah ini bisa berarti gejala HIV.
3. Pegal pada otot, nyeri sendi dan kelenjar bening membengkak
Rasa pegal pada otot ditambah dengan nyeri sendi dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening menandakan bahwa tubuh mulai merespon infeksi HIV.
4. Sakit kepala dan sakit tenggorokan
Jika kamu sakit tenggorokan berbarengan dengan sakit kepala dengan frekuensi yang cukup sering, ini bisa berarti kamu terkena HIV. Jangan remehkan gejala yang muncul berulang kali.
5. Diare, mual dan muntah
Diare sangat sering terjadi disertai dengan mual dan muntah juga tanda-tanda kamu terinfeksi HIV. Ini berarti ARS telah menyebar di seluruh tubuh dan efeknya adalah diare, mual dan muntah yang terus menerus. Bakteri dan virus mulai leluasa menyerang bagian tubuh kamu.
6. Ruam kulit 
Kulit kamu akan memerah disertai dengan bisul dan gatal pada lengan dan juga area lain.
7. Berat badan turun 
Seseorang yang terinfeksi HIV berat badannya akan turun secara drastis. Berat badan begitu cepat turun meskipun nafsu makan tetap sama. Waspadalah jika kamu tiba-tiba kehilangan 10-30 pesen dari berat badan kamu.
8. Batuk kering 
Batuk kering yang terus menerus bisa menjadi tanda bahwa kamu terinfeksi virus ini apalagi jika obat batuk dan inhaler yang kamu pakai tidak memberi efek malah menjadi semakin parah.
9. Pneumonia 
Infeksi pneumonia biasanya karena lemahnya sistem kekebalan tubuh. Ini bisa berarti bahwa tubuh kamu sudah melemah. Virus lain yang bisa menginfeksi adalah toksoplasma.
10. Keringat dingin di malam hari 
Malam tidak begitu panas tapi kamu masih berkeringat. Jangan remehkan gejala ini karena ini juga adalah salah satu ciri terinfeksi HIV.
Untuk menghindari penyakit HIV AIDS, Anda harus menghindari seks bebas dan narkotika.
Demikianlah beberapa tanda dan ciri ciri orang yang terkena HIV AIDS. mulailah gaya hidup sehat untuk bisa menghindari penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya ini.

HIV/AIDS

Uncategorized

HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus mematikan yang memperlemah kekebalanpada tubuh manusia. Orang yang terkena virus seperti ini akan menjadi rentan terhadap Infeksi Penyakit oportunistik dan juga mudah terkena tumor. Meskipun ada penanganan yang dapat memperlambat perkembangan virus ini, namun penyakit AIDS ini belum benar-benar bisadisembuhkan atau belum ada obatnya. – See more at: http://cybertasikmalaya.blogspot.com/2012/05/inilah-foto-foto-penderita-hiv.html#sthash.a2UvDWjd.dpuf
Problem HIV/AIDS
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  •  Lingkungan
  • Faktor Pendidikan
Banyak mahasiswa atau siswa yang terkena HIV/AIDS karena kurangnya sosialisasi bagaimana bahayanya HIV/AIDS untuk semua orang dan kurangnya pengawasan dan didikan dari orang tua sehingga anak tersebut mudah terpengaruh oleh hal – hal yang Negatif di luar dari kesadaran anak tersebut. Dengan demikian kami kelompok siswa peduli AIDS melakukan sosialisasi kepada rekan – rekan untuk memberikan informasi tentang bahaya HIV/AIDS  dan mencegah HIV/AIDS di kabupaten buleleng.
  • Faktor Ekonomi
Banyaknya ibu rumah tangga, pekerja swasta, buruh, dll yang terkena virus HIV/AIDS. Ini disebabkan karena alasan tertentu, susahnya mencari kerja, penghasilan yang sangat minim untuk memenuhi kebutuhannya dan keinginan dari seseorang ingin memiliki sesuatu yang mewah tetapi dalam perekonomiannya tidak mencukupi untuk memeiliki hal tersebut sehingga seseorang akan nekat untuk menjual dirinya dengan berganti – ganti pasangan untuk mencukupi kebutuhannya. Dengan berganti – ganti pasangan apa lagi orang tersebut sudah  terkena penyakit AIDS maka penyakit HIV / AIDS akan mudah menular.
  • Faktor Lingkungan
Semua kalangan bisa terkena HIV/AIDS karna faktor ini. Kurangnya sosialisasi dari pemerintah apa HIV/AIDS dari mana bisa terkena virus yang mematikan ini dan bagaimana cara mencegah agar tidak terkena virus HIV/AIDS. Selain itu faktor lingkungan juga di sebabkan oleh pergaulan bebas di sekitarnya yang dilakukan oleh kalangan  remaja dan orang tua. Hal tersebut bisa terjadi melalui hubungan seks bebas, jarum suntik dan yang lainnya.

Foto-Foto dan Tanda dan Gejala Penyakit HIV AIDS

Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.
Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit HIV AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :
  • Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.
  • Saluran Pencernaan. Penderita penyakit HIV AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
  • Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.Gambar Penyakit Kelamin HIV AIDS
  • System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
foto-hiv
212
tanda_tanda-hiv-aids
1
images1
images

16 Tanda yang menunjukkan Orang terinfeksi HIV

Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) hingga kini belum bisa diobati, penderitanya hanya diberikan obat-obat penguat tubuh. Orang yang berisiko terkena HIV adalah jika sering melakukan seks tanpa pengaman dengan lebih dari satu pasangan atau menggunakan obat-obat terlarang dengan suntikan.

"Pada tahap awal infeksi HIV, gejala yang paling umum pun tidak ada," kata Michael Horberg, MD, direktur HIV/AIDS di Kaiser Permanente, Oakland, California seperti yang dikutip dari Health.

Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Dalam 1 atau 2 bulan virus HIV memasuki tubuh. Sebesar 40 hingga 90 persen dari orang mengalami gejala seperti flu dapat dikenal sebagai sindrom retroviral akut (ARS). Tetapi kadang-kadang gejala HIV tidak muncul selama beberapa tahun bahkan beberapa dekade setelah infeksi.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda bahwa mungkin seseorang positif terkena HIV, antara lain:

1. Demam
Salah satu tanda-tanda pertama ARS adalah demam ringan, sampai sekitar 39 derajat C (102 derajat F). Demam sering disertai dengan gejala ringan lainnya, seperti kelelahan, pembengkakan pada kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

"Pada titik ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Sehingga akan ada reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh," kata Carlos Malvestutto, MD, instruktur penyakit menular dan imunologi dari department of medicine di NYU School of Medicine, New York.

2. Kelelahan
Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat menyebabkan lelah dan lesu. Kelelahan dapat menjadi tanda awal dan tanda lanjutan dari HIV.

3. Pegal, nyeri otot dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening
ARS sering menyerupai gejala flu, mononucleosis, infeksi virus atau yang lain, bahkan sifilis atau hepatitis. Hal tersebut memang tidak mengherankan. Banyak gejala penyakit yang mirip bahkan sama, termasuk nyeri pada persendian dan nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan cenderung akan meradang bila ada infeksi. Kelenjar getah bening berada di pangkal paha leher ketiak, dan lain-lain.

4. Sakit tenggorokan dan sakit kepala
"Seperti gejala penyakit lain, sakit tenggorokan, dan sakit kepala sering dapat merupakan ARS," kata Dr. Horberg. Jika memiliki risiko tinggi HIV, maka melakukan tes HIV adalah ide yang baik. Karena HIV paling menular pada tahap awal.

5. Ruam kulit
Ruam kulit dapat terjadi lebih awal atau terlambat dalam perkembangan HIV/AIDS.

6. Mual, muntah dan diare
Sekitar 30 hingga 60 persen dari orang dengan HIV memiliki gejala jangka pendek seperti mual, muntah, atau diare pada tahap awal HIV, kata Dr. Malvestutto. Gejala tersebut juga dapat muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik.

"Diare yang tak henti-hentinya dan tidak merespon obat mungkin merupakan indikasi. Atau gejala dapat disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak terlihat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik," kata Dr. Horberg.

7. Penurunan berat badan
"Jika penderita HIV sudah kehilangan berat badan, berarti sistem kekebalan tubuh biasanya sedang menurun," kata Dr. Malvestutto.

8. Batuk kering
Batuk kering dapat merupakan tanda pertama seseorang terkena infeksi HIV. Batuk tersebut dapat berlangsung selama 1 tahun dan terus semakin parah.

9. Pneumonia
Batuk dan penurunan berat badan juga mungkin pertanda infeksi serius yang disebabkan oleh kuman yang tidak akan mengganggu jika sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. "Ada banyak infeksi oportunistik yang berbeda dan masing-masing dapat datang dengan waktu yang berbeda," kata Dr. Malvestutto.

Pneumonia merupakan salah satu infeksi oportunistik, sedangkan yang lainnya termasuk toksoplasmosis, infeksi parasit yang mempengaruhi otak, cytomegalovirus, dan infeksi jamur di rongga mulut.

10. Keringat malam
Sekitar setengah dari orang yang terinfeksi HIV akan berkeringat di malam hari selama tahap awal infeksi HIV, kata Dr. Malvestutto. Keringat malam terjadi bahkan saat tidak sedang melakukan aktivitas fisik apapun.

11. Perubahan pada kuku
Tanda lain dari infeksi HIV akhir adalah perubahan kuku, seperti membelah, penebalan dan kuku yang melengkung, atau perubahan warna (hitam atau coklat berupa garis vertikal maupun horizontal). Seringkali hal tersebut disebabkan infeksi jamur, seperti kandida.

"Pasien dengan sistem kekebalan yang menurun akan lebih rentan terhadap infeksi jamur," kata Dr. Malvestutto.

12. Infeksi Jamur
Infeksi jamur yang umum pada tahap lanjut adalah thrush, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, yang merupakan suatu jenis jamur. "Candida merupakan jamur yang sangat umum dan salah satu yang menyebabkan infeksi jamur pada wanita.

"Candida cenderung muncul di rongga mulut atau kerongkongan, sehingga akan sulit untuk menelan," kata Dr. Malvestutto.

13. Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi
Masalah kognitif dapat menjadi tanda demensia terkait HIV, yang biasanya terjadi lambat dalam perjalanan penyakit. Selain kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi, demensia terkait AIDS mungkin juga melibatkan masalah memori dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung.

Bahkan mungkin termasuk perubahan motorik seperti, menjadi ceroboh, kurangnya koordinasi, dan masalah dengan tugas yang membutuhkan keterampilan motorik halus seperti menulis dengan tangan.

14. Herpes mulut dan herpes kelamin
Cold sores (herpes mulut) dan herpes kelamin (herpes genital) dapat menjadi tanda dari ARS dan stadium infeksi HIV. Herpes tersebut juga dapat menjadi faktor risiko untuk tertular HIV.

Karena herpes kelamin dapat menyebabkan borok yang memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh selama hubungan seksual. Orang-orang yang terinfeksi HIV juga cenderung memiliki risiko tinggi terkena herpes karena HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh.

15. Kesemutan dan kelemahan
Akhir HIV juga dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Hal ini disebut neuropati perifer, yang juga terjadi pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol. "Hal tersebut menunjukkan kerusakan pada saraf," kata Dr. Malvestutto.

Gejala tersebut dapat diobati dengan obat-obatan penghilang rasa sakit yang dijual bebas dan antikejang seperti gabapentin.

16. Ketidakteraturan menstruasi
Penyakit HIV tahap lanjut tampaknya dapat meningkatkan risiko mengalami ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit dan lebih jarang. Perubahan tersebut mungkin lebih berkaitan dengan penurunan berat badan dan kesehatan yang buruk dari wanita dengan tahap akhir infeksi HIV.

Infeksi HIV juga telah dikaitkan dengan usia menopause yang lebih dini, yaitu sekitar 47-48 tahun bagi perempuan yang terinfeksi HIV dibandingkan dengan perempuan yang tidak terinfeksi sekitar usia 49-51 tahun.